Fakultas Teknik Program Studi S1 Tata Boga menggelar kuliah tamu bertajuk “Perkembangan Hidangan Kontinental 2025: Inovasi, Keberlanjutan, dan Tantangan Global” dengan menghadirkan Chef Amirul, seorang praktisi kuliner terkemuka dan sustainable culinary advocate di Asia Tenggara, sebagai dosen praktisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengintegrasikan pengalaman dunia industri ke dalam pembelajaran akademik.

Transformasi Kuliner Kontinental di Era Berkelanjutan

Dalam pemaparannya, Chef Amirul menyoroti dinamika terkini dalam dunia kuliner kontinental yang mengalami transformasi signifikan pada tahun 2025. Tak hanya dari sisi estetika dan teknik penyajian, namun juga dalam konteks keberlanjutan pangan (food sustainability), keamanan bahan makanan, serta tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan konsumen.

“Tren kuliner global hari ini mengarah pada inovasi yang bertanggung jawab—dengan mempertimbangkan asal-usul bahan, efisiensi energi dalam proses memasak, serta dampak gizi terhadap kesehatan manusia dan bumi,” ujar Chef Amirul.

Ia menegaskan bahwa perubahan paradigma ini sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,

  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim,

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan.

Inovasi Lokal dalam Bingkai Global

Chef Amirul juga memperkenalkan pendekatan farm-to-table ala hidangan kontinental yang kini mulai diadaptasi oleh berbagai restoran fine dining di Indonesia. Dengan memanfaatkan bahan lokal yang berkelanjutan, seperti minyak kelapa murni sebagai substitusi butter dan singkong organik sebagai pengganti kentang impor, mahasiswa diajak untuk berpikir inovatif dan kontekstual.

“Menjadi chef hari ini bukan hanya soal menguasai teknik, tetapi juga memahami etika dan ekologi dapur. Inilah peran generasi muda kuliner untuk menciptakan menu yang ‘glocal’—global dalam standar, lokal dalam bahan,” tambahnya.

Antusiasme Mahasiswa dan Aksi Nyata

Kegiatan kuliah praktisi ini disambut antusias oleh para mahasiswa, yang mendapatkan wawasan langsung mengenai tren industri kuliner berkelanjutan serta tantangan implementasinya. Ayu, mahasiswa semester enam, mengungkapkan kesannya:

“Kami belajar bahwa dapur adalah tempat di mana inovasi, tanggung jawab, dan masa depan berkumpul. Ini motivasi besar untuk kami sebagai calon chef.”

Sebagai penutup, Chef Amirul menyajikan demo masak menu spesial Pan-Seared Barramundi with Cassava Purée and Herb Emulsion, sebagai perwujudan konkret integrasi teknik kuliner modern dengan prinsip keberlanjutan.


Mendorong Kurikulum Berbasis Industri dan SDGs

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa tetapi juga menjadi bagian dari strategi Fakultas Teknik untuk mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam kurikulum Tata Boga, sejalan dengan tuntutan global dan arah kebijakan nasional dalam pendidikan tinggi berbasis praktik dan relevansi industri.

#KulinerBerkelanjutan #ChefAmirul #SDGs #TataBoga #MBKM #HidanganKontinental2025 #KampusMerdeka #Malang